Mampir ke Tepi Sungai Schelde

Painted GlassMol, Belgia, Minggu pagi di bulan September 2005. Setelah bersepeda dari Guest House yang terletak di tengah komplek nuklir terpencil, dan sarapan sambil menikmati pasar pekan (openmarkt) khusus unggas dan ikan di centrum kota Mol, segera meluncur ke stasiun yang terletak di Hangarstraat. Sepeda parkir di tempat parkir sebelah barat stasiun dan gak lupa dikunci. Langsung beli karcis spoor tujuan kota Antwerpen. Harga sekali jalan 6.8 Euro. Gak lama nunggu, segera datang kereta dan mulai nikmati perjalanan tepat pukul 10.47.

Kota-kota yang terlewati antara lain Geel, Olen, Herentals, Lier, dan Berchem. Antwerpen Centraal terinjak sekitar 11.45. Cukup indah dan masih terasa kemegahannya, stasiun kereta tua yang dibangun seratus tahun lalu, sudah banyak mengalami sentuhan teknologi terkini. Informasi turis, di lantai dasar, menyediakan peta kota yang cukup simpel dan memudahkan pengunjung yang ingin mengeksplor kota tua ini.

Legenda menorehkan bahwa nama Antwerpen berasal dari kata Hantwerpen. Saat itu, sungai Scheldt menjadi urat nadi perekonomian, sehingga dilalui kapal-kapal dagang besar. Terdapat raksasa bernama Antigoon yang selalu minta jatah preman pada kapal-kapal yang lewat. Sampai suatu ketika seorang tentara Roman bernama Silvius Brabo mengakhiri sang preman dengan menebas tangannya dan melempar ke sungai. Kata Hantwerpen (atau “hand throwing”) akhirnya menjadi Antwerpen.

The ChambersTujuan utama adalah daerah tepi sungai Scheldt (Schelde), yang banyak tempat menarik. Salah satunya adalah Onze-Lieve Vrouwekathedraal (Cathedral of Our Lady) di sekitar Handschoenmarkt. Bangunan ini berdiri pada abad ke-12, dan mengalami beberapa kali perubahan akibat penguasa ataupun kebakaran. Katedral ini mempunyai kuburan bawah tanah, berlokasi tepat di bawah lantai katedral, yang menyimpan jasad penguasa ataupun orang kaya pada jamannya. Beberapa dibongkar untuk penelitian dan juga bisa dikunjungi publik (agak serem juga tempatnya, hehe). Yang menarik adalah jendela-jendela besar yang terdiri dari kaca warna-warni yang melukiskan banyak cerita gerejawi. Kalau diliat dari luar agak kejauhan, menara di bagian utara katedral sangat menarik, dengan ketinggian sekitar 123 meter. Ongkos masuk untuk liat-liat didalam katedral, cukup 2 Euro saja.

The tower of Cathedral of Our LadyDi utara katedral terdapat Grote Markt (alun-alun), dengan air muncrat di tengah, tempat banyak kegiatan turis dimana sebagian besar menikmati keindahan gedung pemda (Stadhuis). Gedung ini dibangun antara tahun 1561 dan 1565 dengan arsitek Cornellis II Floris de Vriendt (karya-karya Floris kemudian dikenal dengan ‘Floris style’) dan kerjasama dengan Nicolo Scarini, seorang Italia (yang karyanya dikenal sebagai ‘Flemish Italian renaissance style’). Di sekitar Stadhuis ini banyak sekali terdapat kafe dan restoran dengan bangunan khas abad 16 dan 17. Kalau sempet nengok ke puncak bangunan-bangunan itu, terlihat keunikan masing-masing bangunan. Akan selalu terdapat tanda berupa patung kecil atau ukiran di puncak wuwungan yang menandakan profesi dari keluarga yang membangun. Beberapa terdapat patung bentuk kapal, menandakan sang pemilik pada jamannya adalah pelaut atau pedagang.

StadhuisKenikmatan di Grote Markt bertambah saat santai sambil minum coklat panas… mmmmm… Yah, coklat adalah makanan paling favorit dan kebanggaan nasional bagi Belgia.

Kenikmatan lain adalah jalan di pinggir sungai Schelde, di Zuiderterras, suatu teras luas dan panjang di tepi sungai, dan melihat banyak kapal kuno dan modern, sebagian tertambat sebagian hilir mudik. Antwerpen adalah kota pelabuhan laut kedua terbesar di Eropa, jadi gak heran kalau terdapat banyak kapal dan juga pelabuhan-pelabuhan raksasa di bagian timur laut kota. Sungai Schelde, salah satu uratnadi perekonomian Eropa bisa diseberangi tidak hanya melalui jembatan tapi juga lewat dasar sungai, terdapat terowongan yang saat ini digunakan turis untuk ‘bertualang’ di bawah sungai. Sayang banget waktu gak cukup untuk mencicipi terowongan bawah sungai yang ada… cukup mahal juga karcisnya… : )

Kata Antwerpen mungkin berasal dari kata “aanwerp”, suatu endapan aluvial di daerah sungai Schelde pada daerah Steen (daerah dimana pertama kali ada penduduk tinggal disana).

FrituursKota Antwerpen terletak pada 51°13’16” LU dan 4°23’60” BT, terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan berlian di dunia. Satu kilometer persegi di dalam kota merupakan kawasan khusus perdagangan berlian. Proses pemotongan dan pembentukan berlian bisa disaksikan dengan tour gratis selama 20 menit.

Makanan lezat juga banyak, ada belut rebus dengan saus khusus yang lezat, atau juga santapan lezat daging kelinci dan daging sapi. Yang paling favorit adalah Mussel (kerang hijau?), wow yummy sekali. Banyak juga dijual “frituurs”, kentang panggang khas Belgia. Mereka klaim ‘french-fries’ asal muasalnya dari Belgia, ya frituur itu.

Banyak tempat menarik yang harus dikunjungi lagi, tapi waktu gak cukup, ok-lah, lain waktu mungkin sempet… : )

Posted from Antwerp, Flanders, Belgium.

7 thoughts on “Mampir ke Tepi Sungai Schelde”

  1. Asyik ya.. jalan2 mulu nich si bapak.. kalo baca catatan kecilnya ga bakalan bosan dech…menarik n kali kalo dibukin asyik juga ya:)..
    jadi bikin semangat mau ke eropa nich… kapan ya,hehehe

  2. tong serius-serius atuh, nikmati keluyuran n bagi-bagi keindahan (alam). salah satu cara menebar rasa syukur, kan… : ) (selalu mencoba tanpa ber-opini). thx 4 passing by…

  3. Hi Mas Hartanto, aku dikasih tau blog ini dari pak Harteb, jadi pengen ikutan nimbrung nih, hehee… pokoknya salut deh ama bapak ini, asik banget baca blognya & informatif sekali, hebaat! Tentang trip mas Hartanto ke BE, wuihh jadi mengingatkan masa2 penuh kenangan disana, hehe… Pokoknya hidup Belgische frieten en chocolade ya! cheers 🙂

  4. Hallo mas, dari Breda-Selatan Netherland (tempat aku studi) hanya 20 menit ke Antwerpen, Brussel juga bagus lho !! kelihatan nya makin ke selatan makin bagus, soalnya Paris juga di selatan Brussel.
    Kami punya pengalaman kurang menyenang di Prague-Republic Ceska. ketika kami berjalan kaki mengelingi kota Prague hampir semua orang melihat kami sinis dan kurang welcome, tapi kami cuek aja, setelah kami pulang nyampe di Enschede, kami tanya ama orang2 di Belanda kenapa orang2 di Prague seperti itu, rupanya mereka menganggap kami orang Gipsi yang akan mengambil tempat mereka, hehheeeeee

    1. halo bang Ali, brussel menarik juga, banyak gedung perkantoran pemerintah yang buesar-buesar plus gedungnya UE.
      asik tuh sudah jalan ke Prague, ayo tulis dong pengalamannya… jangan pakai yahoo!360 (sudah mati), pake tempat blog lain bang.
      salam

Leave a Reply