Tujuan Cordoba (#1/5)

CordobaJuni 2003, berbekal sebotol air mineral, sebungkus roti berlapis cokelat, dan dua-tiga patah kata dalam bahasa Spanyol, hari minggu pagi gw memulai perjalanan dengan tujuan Cordoba. Diantar oleh pak Emil (satu-satunya dosen yang dapat berbahasa Spanyol di rombongan sirkus) dari desa Campillos, desa dimana gw tinggal, ke kota stasiun terdekat yang berjarak sekitar 13 km, Bobadilla.

Stasiun Bobadilla, yang merupakan stasiun interkoneksi kereta api, (posisi geografis sekitar 37°02’12” LU dan 4°43’40” BB) masih terlihat sepi pada jam 9 pagi. Setelah pak Emil menolong membelikan karcis di loket dengan menanyakan beberapa informasi kereta, dia segera memberi briefing singkat. Terutama tentang kata-kata dalam bahasa Spanyol yang sering terlihat di stasiun, seperti salida yang berarti keberangkatan dan lain-lain. Sepeninggal pak Emil yang segera kembali ke Campillos, gw dengan susah payah menghapal kata-kata baru tersebut, sambil mengamati dimana letak kata-kata yang baru dijelaskan tadi di tempat publik, juga di stasiun ini. Terutama mengenai kedatangan dan keberangkatan kereta. Tepat jam 9.35 kereta T200, yang merupakan kereta antarkota sekelas Argobromo, datang. Untunglah, walaupun Bobadilla terletak di tempat sangat terpencil, tapi berhubung ini adalah stasiun besar maka pengumuman oleh petugas stasiun dilakukan dalam dua bahasa yaitu Spanyol dan Inggris.

Orang berbahasa non Spanyol sangat sulit ditemui di negeri ini. Mereka sangat protektif terhadap penetrasi bahasa asing, seperti halnya di Perancis. Penguasaan bangsa Spanyol atas sebagian besar wilayah Amerika Selatan menjadikan bahasa mereka menjadi salah satu bahasa yang digunakan banyak penduduk dunia. Edi Murphy ataupun Jet Lee semua berbahasa Spanyol saat tampil di TV maupun di film layar lebar…
: )

T200 by John ArmitsteadT200 berpenumpang 36 orang tiap gerbongnya, dilengkapi dengan pendingin ruangan dan 4 buah TV serta interior yang baik, menjadikan kereta ini pilihan turis antarkota di Selatan Spanyol, yang beroperasi antara kota pantai Malaga, dan beberapa kota besar seperti Cordoba dan Granada. Harga karcis yang 11 Euro terhitung murah untuk segala fasilitas dan layanan kereta ini.

Perjalanan kereta menuju Cordoba segera dimulai. Padang zaitun (olive), bunga matahari (sun flower) dan wheat (sejenis gandum) menjadi pemandangan sepanjang jalan. Daerah Spanyol bagan selatan ini memang penghasil berbagai produk pertanian turunan dari ketiga jenis tumbuhan utama tadi.

Gak lama, disisi kiri terlihat danau air asin Salina yang dipenuhi oleh burung Flamingo, terutama di musim panas, juga menjadi satu pemandangan yang menarik. Kota Puente Genil dan kota Montilla adalah kota yang disinggahi oleh T200. Daerah yang berbukit menjadikan pemandangan tidak monoton. Di beberapa puncak bukit sering terlihat bangunan kuno yang terlihat seperti benteng-benteng jaman dahulu. Tidak heran karena daerah Spanyol adalah daerah peperangan sejak jaman sebelum Masehi. Daerah yang selalu diperebutkan oleh berbagai suku bangsa dari daratan Eropa maupun Afrika Utara dan Asia.

Tepat jam 11.10 kereta tiba di stasiun Cordoba. Stasiun kereta modern, posisi sekitar 37°53’20” LU dan 4°47’20” BB, terasa jauh lebih indah dibandingkan dengan Centraal Station di Amsterdam (ups…). Fasilitas yang tersedia menyamai bandara. Terdapat metal detector, scanner untuk barang-barang yang dibawa, dan pusat perbelanjaan layaknya di bandara. Informasi lokasi menarik untuk konsumsi turis dapat dengan mudah diperoleh diberbagai tempat. Dan satu lagi yang membahagiakan: banyak yang bisa berbahasa Inggris… Wow bangettt… : )

Tulisan ke-1 dari 5, tentang Perjalanan Campillos – Cordoba.
Berikut: Mencari Masjid Cordoba (2#5).

Posted from Antequera, Andalusia, Spain.

8 thoughts on “Tujuan Cordoba (#1/5)”

  1. terusin ceritanya, yang agak detail ya To…
    gw lagi pengin ke sana juga nih tahun ini.
    btw. ada tempat bermain seperti dufan nggak di sana To? soalnya si hasna selalu pingin ke tempat seperti itu kalau jalan2…

  2. Asik Gus, jangan lupa bawa memori camdig yg gedean kapasitasnya ya (kalo gak bawa laptop atau males ke warnet). banyak obyek sangat menarik… : )

  3. wah – wah kepingin juga tapi berapa ya biaya nya hehehe (total cost tuk seminggu dari Jakarta Start nya??

  4. bang Ali, kalo mau cari pahe (paket hemat) bisa-bisa aja. yang penting bisa lolos masuk negara uni eropa, selanjutnya gampang diatur… semua jenis paket bisa kita dapatkan. kalo yang saya alami ini paket “semi gratis”. ke spain atas biaya KKN sekolah, n keluyurannya atas kocek sendiri : )

  5. dari kecil sejak saya baca sejaranya cordoba
    saya pingin ke sana. Saya pingin liat sisa-sisa sejarah islam yang berada
    di sana.

Leave a Reply