Mengintip Daun Padi

Mengintip daun padi
Mengintip daun padi

Seminggu di hamparan sawah sangat mengasyikkan. Apalagi sembari menyaksikan pemandangan kesibukan para petani dan buruh tani dalam memanen hasil padinya. Saatnya panen raya tampaknya…

Kegiatan kali ini adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu, yaitu perekaman spektral tanaman padi (baca di: Matahari, nggak pake awan). Tetapi tentunya mempunyai target yang berbeda. Target kali ini adalah perekaman kondisi daun padi dengan membagi dalam kondisi: daun sehat dan daun “sakit”. Pengertian sakit disini adalah daun bergejala terserang oleh OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan), dengan diutamakan yang terserang oleh BLB (Bacterial Leaf Blight, atau Hawar Daun Bakteri atau penyakit kresek) dan BRS (Bacterial Red Stripe).

Lokasi perekaman adalah di Karawang (Kecamatan Cilamaya Wetan dan Tempuran) dan di Indramayu (Kecamatan Krangkeng). Cerita perjalanan dan hasil akan ditulis kemudian (semoga gak lupa… hehe…), sedangkan foto-foto di lapang, saat mengintip daun padi, dapat dilihat berikut ini:

no images were found

Untuk melihat foto di Google Maps, sila klik disini.
Untuk melihat foto di Google Earth, sila klik disini.

Tim lapang kali ini adalah Fauziah AlHasanah, Lisa Nisfi Afifah (BPPT), Lilik Retnowati, Cahyadi Irwan, H. Wahyudin (BBP OPT), Nandang Nurdin (Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu), dan driver berkemampuan GPS, pak Bambang… πŸ˜€

Terimakasih untuk tim yang telah bekerja keras dan solid banget…!
)

Cerita terkait:

Posted from West Java, Indonesia.

21 thoughts on “Mengintip Daun Padi”

  1. sori menyori pak… kemarin ga bisa ikut sampai selesai…
    badan belum bisa diajak kompromi,
    paling tidak 2 slide benar2 dibuat πŸ˜› (:D)
    sampai keringetan πŸ™‚

  2. Asyik ya Pak…jalan2 disawah..biar lebih menghayati betapa “berat”nya untuk menghasilkan sebutir padi, mereka harus bergelut dg lumpur dan ditempa teriknya matahari..begitu panen terkadang hasilnya kurang mencukupi ekonomi pak Tani…kita hanya bisa bersantap tanpa peduli.
    Semoga kita lebih peduli dg kaum marjinal ini. Bravo Pak Htt dengan spectralnya.

    1. Terimakasih pak Urip, semua profesi selalu menuntut keseriusan tinggi, dan tentunya sinergi dengan profesi yang lain. Mari kita mulai dari diri, lingkungan, dan profesi kita untuk kemajuan bersama. Saya belajar banyak dari pengalaman nyawah di Karawang, Subang, Indramayu dan Sukoharjo. Beruntung saya mendapatkan rekan kerja lapang seperti pak Urip dan rekan-rekan Jatisari.

  3. Pak Tanto,
    Aku jd penasaran ingin lebih mengetahui sensor hyperspectral pada daun padi. Nama sensornya apa pak? Gmana juga methodologynya? adakah source yg bisa d referensi? makasich

    1. halo pak Rai, apa kabar nih.
      sensor untuk perekaman spektro daun yang saya gunakan adalah OceanOptics USB4000, untuk metode pengukuran tidak jauh berbeda dari yg ada di tulisan saya yang lalu (sila baca di http://bit.ly/metlap), untuk yg daun padi ber-OPT ini akan saya bahas lebih jauh pada tulisan berikutnya, semoga sempet πŸ™‚

      kapan nih kita coba di Timor Leste..?
      : )

  4. makasih jawabannya Pak.
    Aku lagi melihat kemungkinan2 kali aja metode ini bisa d uji coba d Timor Leste. Pengalaman d Indramayu, itu siklus kegiatannya berapa lama y? Maksudku mulai dari pengamatan lapangan, data processing dan penulisan.

    1. Kegiatan di Indramayu (dan Karawang) yang merupakan pengamatan dan perekaman spektral di lapang (sawah), pemrosesan dan kemudian validasi memerlukan waktu sesuai dengan tingkat kepercayaan yang diperoleh. karena semua kegiatan di lapang sangat tergantung cuaca maka waktu yang diperlukan relatif. tapi total kegiatan kajian ini dilakukan dalam waktu sekitar delapan bulan.
      Yuk kita coba di Timor Leste…
      : )

  5. Setelah mbaca artikel d metlap, memang berpotensi sekali untuk aplikasi d beberapa irigasi teknis d sana. Aku telusuri dulu beberapa factor penghambatnya, kemudian kembali lagi k bapak.

    1. pak Urip, saya sedang berjibaku menyelesaikan proses yang ada untuk bisa menuliskan lanjutan dari artikel ini… mohon dukungan pak Urip dan rekan-rekan di BBP OPT ya…

      : )

  6. salam..
    saat ini saya menjual CD cara bertani padi yang benar, hanya dengan harga 60 ribu (sudah ongkos kirim).
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknyalangsung di lapangan.
    dan tersedia juga buku panduannya (berwarna dan bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.
    terima kasih

  7. ass,,mf pak mnympag dr topik d ats

    mo nanya, knpa y than mnciptakan daun padi t berbentuk spt pita n bila trtiup angin dapat berputar-putar?

    mkceh πŸ™‚

Leave a Reply