Melihat Rumah Penculikan Soekarno Hatta di Rengasdengklok

Rumah Djiaw Kie Siong, tempat penculikan Soekarno dan Hatta.

Rengasdengklok, nama kota yang tidak asing lagi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Nama satu lokasi yang harus dihafal terkait dengan asal mula peristiwa proklamasi kemerdekaan negeri ini. Menurut cerita, sebelum terjadi proklamasi kemerdekaan didahului dengan peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta.

Pada satu kesempatan di bulan Juni 2012, saya bersama mas Sumargana berkesempatan mampir ke rumah tempat penculikan ini dahulu kala berlangsung. Setelah mencari beberapa waktu sampailah kami di desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Rumah yang dimiliki oleh keluarga Djiaw Kie Siong inilah lokasi dimana Soekarno dan Hatta “disembunyikan” oleh para penculiknya. Tidak sekedar diculik tetapi “dipaksa” merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan.

Suasana rumah yang adem ini dipenuhi oleh foto banyak persitiwa masa lalu, dan ditempatkan pada satu sisi dinding. Saat kaki melangkah masuk maka kita langsung melihat banyaknya pajangan foto dan poster yang lebih kurang menggambarkan banyak momen masa lalu. Cicit dari Djiaw Kie Siong yang dengan setia meladeni pertanyaan mengenai sejarah masa lalu yang dialami keluarga ini semasa penculikan terjadi.

Ternyata, lokasi rumah ini adalah bukanlah lokasi asli tempat penculikan. Lokasi aslinya adalah sekitar 200 meter dari rumah ini, di tepi sungai Tarum (Ci Tarum). Kondisi erosi oleh arus sungai yang dialami rumah ini mengakibatkan diputuskan untuk memindahkan rumah ke lokasi yang aman pada tahun 1957. Pemindahan ini dilakukan dengan mempertahankan bentuk dan juga material bangunan.

Di dalam rumah yang berbentuk segiempat ini terdapat dua kamar utama, yaitu masing-masing satu di sisi kanan dan sisi kiri. Pada kamar tersebut terdapat tempat tidur yang berornamen masa lalu.

Rumah Djiaw Kie Siong, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Rumah Djiaw Kie Siong, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Di teras rumah terdapat dinding yang ditempeli kertas untuk ditulis oleh para pengunjung rumah ini.

Posisi rumah kurang lebih pada koordinat  -6.156328° LS dan 107.290418° BT.

Beberapa foto dapat dilihat pada slide berikut ini:

no images were found

Awal berdirinya negeri ini diwarnai dengan keraguan pemimpin bangsa, dan “solusinya adalah menculik mereka”. Mungkin ini resep mujarab untuk menghapuskan keraguan pemimpin negeri yang selalu ada hingga kini.

Mari membangun negeri tanpa perlu menunggu puja dan puji.
)

Posted from Rengasdengklok, West Java, Indonesia.

2 thoughts on “Melihat Rumah Penculikan Soekarno Hatta di Rengasdengklok”

  1. Pasca penculikan (bukan diculik sebenarnya diamankan) oleh para pemuda, Soekarno dikembalikan ke Jakarta konon ceritanya saat melewati Cikarang Bung Karno melihat kepulan asap dimana-mana, bung Kano memerintahkan beberapa pemuda untuk mengecek sumber asap tersebut, Ternyata setelah dicheck oleh para pemuda, asap tersebut bersumber dari jerami limbah panen padi yang dibakar oleh petani…. , artinya :
    1. Bung Karno khawatir asap itu adalah sekumpulan tentara Jepang yang akan menyerang beliau dan rombangannya.
    2. membakar jerami limbah padi sudah berlangsung sejak dulu,,,,,

    ini versi dosen Pancasila saya waktu kuliah,,,, saat bercerita tentang penculikan Renghasdengklok,,,,

    1. Terimakasih info tambahan dari pak Memeth.
      Pembakaran jerami itu mungkin ada hubungannya dengan OPT ya pak. Pemutusan siklus hidup salah satu OPT tanaman padi.

Leave a Reply