Category Archives: Campillos – Cordoba

Memetakan Blog pada Peta Dunia di Peta Cerita

Peta Cerita - hartantosanjaya.name/petacerita
Peta Cerita, memetakan cerita pada peta dunia.

Peta Cerita ini dibuat untuk menyatukan artikel blog yang terkait dengan lokasi dalam satu rangkaian. Idenya adalah untuk memetakan cerita, foto, dan video pada suatu peta daring. Peta Cerita ini untuk memetakan cerita pada peta dunia.

Ide sederhana ini adalah pengembangan dari berbagai peta daring yang sudah pernah dibuat, antara lain Peta Kuliner pada situs BBM Defidi yang telah dimulai dua tahun lalu. Kali ini adalah untuk meletakkan pin bagi semua cerita atau tulisan yang telah dibuat di berbagai blog yang bertemakan perjalanan, dan tentunya semua terkait dengan lokasi.

Membangunnya cukup dengan memanfaatkan semua fasilitas yang telah ada pada Google Maps. Tidak ada pemrograman khusus lainnya yang dilakukan.

Untuk membuatnya lebih semarak maka dimasukkan juga pin untuk foto dan video.

Cerita yang berhasil di-pin-kan baru sedikit, tetapi (semoga) akan terus bertambah, atau kata Google: and counting

Bagi yang ada waktu silakan mampir, klik saja di Peta Cerita.
)

*/ terimakasih untuk bli I Made Andi yang sudah mengompori… : )

e-Book Mencari Masjid Cordoba yang SARA

Perjalanan Mencari Masjid Cordoba di Andalusia
Perjalanan Mencari Masjid Cordoba di Andalusia

Suatu catatan perjalanan dalam bentuk apapun, termasuk e-Book, tentunya mencoba mengungkapkan hal yang dialami atau diduga berdasarkan apa yang ditemui. Bagaimana jika yang diungkapkan tersebut menyangkut SARA..?

e-Book yang berjudul Perjalanan mencari Masjid Cordoba di Andalusia ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dan… jelas-jelas mengungkapkan SARA.

Sebenarnya ini hanyalah rangkaian cerita perjalanan yang dirangkum dalam e-Book. Cerita perjalanannya sendiri sudah pernah dituliskan di blog ini pada kategori serial Perjalanan Campillos Cordoba. Dan e-Book dibuat untuk mempermudah berbagi pengalaman tanpa harus terkoneksi ke internet saat menikmatinya.

Lalu SARA-nya dimana..?

SARA adalah Suku, Agama, Ras, Antargolongan. Jika salah satu, salah dua, salah tiga, atau salah semua tersingggung dalam tulisan, tentunya e-Book ini dapat dikategorikan SARA. Rincian adalah sebagai berikut:

SUKU, di dalam tulisan e-Book ini ditemukan pengungkapan mengenai suku Moor, yang memasuki daratan Eropa dengan membawa keyakinan “baru” pada abad ke delapan Masehi.

AGAMA, jelas-jelas disebutkan mengenai agama Islam dan Katolik dalam e-Book ini.

RAS, mmm sepertinya nggak ada disinggung masalah ras, apalagi ayam ras…

ANTARGOLONGAN, mmm nggak ada.

Jadi setidaknya ada dua hal yang terekspose dalam e-Book ini, yaitu masalah SUKU dan AGAMA, jelas ini masuk dalam unsur SARA. Untuk jelasnya silakan unduh dari laman buku/eBook ini atau klik Mencari Masjid Cordoba di Andalusia.

Jangan khawatir, tidak ada jebakan Batman berupa iklan atau yang lainnya.
)

Perjalanan Pulang (#5/5)

Gerbang AlmodovarMelalui lorong-lorong sempit dan panjang adalah kenikmatan sendiri saat mencari gerbang keluar “komplek Cordoba”. Setelah melalui beberapa kelokan meragukan, akhirnya berhasil keluar dari komplek ini, dan mulai menyusuri jalan raya. Terik matahari siang memang luar biasa, display temperatur yang terpasang dibeberapa tempat menunjukkan angka 40 derajat Celcius. Tanpa perlu liat kanan-kiri, perjalanan dipercepat dengan satu tujuan: Stasiun Cordoba yang tentunya sejuk karena ber-AC… Continue reading “Perjalanan Pulang (#5/5)” »

Posted from Antequera, Andalusia, Spain.

Dan Kerinduan yang Tersisa (#4/5)

La Mezquita CatedralMemasuki bangunan indah ini dari pintu di sisi barat daya, segera terasa aroma masjid yang sangat kental, terlihat dari bentuk tiang dan lengkung yang menghubungkan tiang-tiang tersebut. Bebatuan yang berasal dari jaman Romawi dan Gothic dari berbagai daerah di Eropa, dan juga yang berasal dari daratan Afrika utara masih tegak dengan indahnya membentuk tiang dan menjadi dasar banyak ornamen di dinding.

Dinding pada sisi baratdaya dan timurlaut dari bangunan ini adalah sisi yang telah diubah menjadi banyak kapel. Sedangkan bagian tengah dan sisi baratdaya masih dipakai untuk keperluan kegiatan gereja hingga kini. Continue reading “Dan Kerinduan yang Tersisa (#4/5)” »

Posted from Córdoba, Andalusia, Spain.

La Mezquita-Catedral (#3/5)

La Mezquita CatedralAlhamdulillah, akhirnya sampai juga. Bangunan berbentuk kotak persegi, dengan arsitektur meditaranean yang kental, itulah Masjid Cordoba, yang kini bernama La Mezquita-Catedral, atau Katedral Masjid Cordoba. Rasa rada gemetar juga, menyaksikan bangunan megah di tepi Rio Guadalquifir ini, yang saat ini berfungsi sebagai katedral, dan masih aktif digunakan untuk acara keagamaan.

Tahun 711 M kota Cordoba diduduki oleh bangsa Moor yang membawa agama Islam ke daratan Eropa. Sejak itu Cordoba menjadi ibukota Al-Andalus yang dipimpin oleh kekalifahan Damascus, dimana tahun 756 M pemerintah Abdurrahman memutuskan hubungan dengan Damascus kecuali masalah yang terkait dengan keagamaan. Continue reading “La Mezquita-Catedral (#3/5)” »

Posted from Córdoba, Andalusia, Spain.

Mencari Masjid Cordoba (#2/5)

CordobaKota Cordoba, kota penuh sejarah sejak sebelum penanggalan Masehi hadir, kini di depan mata…! Suatu yang tidak pernah terimpikan bisa menginjakkan kaki disini. Keluar dari stasiun, tujuan utama tentunya adalah Masjid Cordoba, bangunan yang sangat terkenal sejak abad ke-7 Masehi.

Tanpa bantuan peta kota atau peta turis, karena males cari counter informasi, kaki diayun hanya mengikuti petunjuk arah di jalan raya. Sambil menikmati arsitektur kota yang indah, juga taman kota yang tertata rapi, perjalanan mencari bangunan termasyhur tersebut dimulai. Diawali dari ruang terbuka luas di depan stasiun, dimana di ujung-utara-nya terdapat simpang lima yang memajang nama Cordoba dengan slogan Patrimonio de la Humanidad yang berarti World Heritage. Dari simpang lima ini, mengikuti jalan Paseo de las Margaritas, segera angkat kaki ke arah tenggara. Continue reading “Mencari Masjid Cordoba (#2/5)” »

Posted from Córdoba, Andalusia, Spain.

Tujuan Cordoba (#1/5)

CordobaJuni 2003, berbekal sebotol air mineral, sebungkus roti berlapis cokelat, dan dua-tiga patah kata dalam bahasa Spanyol, hari minggu pagi gw memulai perjalanan dengan tujuan Cordoba. Diantar oleh pak Emil (satu-satunya dosen yang dapat berbahasa Spanyol di rombongan sirkus) dari desa Campillos, desa dimana gw tinggal, ke kota stasiun terdekat yang berjarak sekitar 13 km, Bobadilla.

Stasiun Bobadilla, yang merupakan stasiun interkoneksi kereta api, (posisi geografis sekitar 37°02’12” LU dan 4°43’40” BB) masih terlihat sepi pada jam 9 pagi. Setelah pak Emil menolong membelikan karcis di loket dengan menanyakan beberapa informasi kereta, dia segera memberi briefing singkat. Terutama tentang kata-kata dalam bahasa Spanyol yang sering terlihat di stasiun, seperti salida yang berarti keberangkatan dan lain-lain. Sepeninggal pak Emil yang segera kembali ke Campillos, gw dengan susah payah menghapal kata-kata baru tersebut, sambil mengamati dimana letak kata-kata yang baru dijelaskan tadi di tempat publik, juga di stasiun ini. Terutama mengenai kedatangan dan keberangkatan kereta. Tepat jam 9.35 kereta T200, yang merupakan kereta antarkota sekelas Argobromo, datang. Untunglah, walaupun Bobadilla terletak di tempat sangat terpencil, tapi berhubung ini adalah stasiun besar maka pengumuman oleh petugas stasiun dilakukan dalam dua bahasa yaitu Spanyol dan Inggris. Continue reading “Tujuan Cordoba (#1/5)” »

Posted from Antequera, Andalusia, Spain.