Tag Archives: Aceh

Wisata Belerang Jaboi

Wisata JaboiPosisi Indonesia pada sabuk api dunia menjadikan kita, penduduknya, tidak asing lagi dengan pemandangan gunung, baik gunung yang masih aktif ataupun yang telah “mati”. Banyaknya gunung berapi menjadikan kita mempunyai banyak sekali tempat “wisata belerang”. Salah satu tempat wisata belerang yang menarik adalah di Jaboi. Jaboi adalah kota kecil yang telah terekam sejak lama pada peta “dunia barat”.

Pada saat alat penerima GPS mulai menyajikan map dalam layarnya beberapa tahun lalu, kota Jaboi hampir pasti sudah ada disana, disaat yang sama banyak kota lain di Indonesia, yang lebih besar dan ramai, belum terdapat pada peta dijital keluaran “perekam posisi” ini. Hal ini kemungkinan disebabkan karena Pulau Weh, dimana kota Jaboi berada, telah dikenal dunia pelayaran sejak jaman dulu, terutama saat Sabang menjadi salah satu pelabuhan laut terbesar dunia, yang dikuasai oleh Belanda. Jaboi sendiri terletak di bagian Selatan pulau Weh.

Continue reading “Wisata Belerang Jaboi” »

Posted from Aceh, Indonesia.

Pulau Weh dalam rekaman

Pulau Weh, terletak di “seberang” kota Banda Aceh, berkota Sabang, dan merupakan wilayah administrasi paling barat dan utara Indonesia… semua orang juga sudah tau… Beberapa rekan sudah berulangkali menginjakkan kaki di pulau ini, tetapi tentunya masih banyak yang belum pernah ke sana. Ada yang bertanya melalui email ataupun dalam obrolan mengenai bagaimana menuju ke sana, bagaimana dengan transportasinya, akomodasinya, de-el-el. Ada seratus macam pertanyaan, yang bisa dijawab dengan seribu macam jawaban… (lho…).

Kali ini saya ingin berbagi hasil pandangan berupa rekaman perjalanan. Rekaman ini tidak hanya dari satu perjalanan saja tetapi dari beberapa kali ke pulau ini, dan hanya dengan peralatan minimalis berupa kamera dijital Sony DSC-P73, yang mempunyai fasilitas MpegMovie. Untuk bisa menikmatinya, browser harus mempunyai plugin flashplayer.

Continue reading “Pulau Weh dalam rekaman” »

Posted from Sabang, Aceh, Indonesia.

Ke Ujung Barat lagi…

Bay SabangApril 2007, ada nasib yang sangat baik, ketika dilibatkan menjadi anggota tim penggembira dalam rangka pemaparan suatu kegiatan. Apa “nasib baik”-nya..? Tim akan ke tempat studi yang berlokasi di ujung barat Indonesia, Sabang, Pulau Weh…!

Selasa pagi, perjalanan dimulai dari CGK sekitar jam 6.30. Dengan diantar Lion dan sempat mampir ke Medan sejenak, akhirnya sampai di Sultan Iskandar Muda, bandara di Aceh, sekitar jam 11.00. Dijemput oleh pak Imran dengan taksi putihnya, sesiangan ini sempat mampir di beberapa tempat di Kota Banda Aceh, dimana rekan yang dicari, alhamdulillah, ketemu semua.

Jarak ke Pulau Weh masih jauh, untuk mencapainya, sore ini, digunakan Kapal Cepat dari pelabuhan Ulele (nulis nama pelabuhan ini sebenarnya bukan seperti itu, hanya untuk memudahkan membaca dan mengingat aja). Kapal Cepat Baruna Duta dari Ulele menuju ke pelabuhan Balohan (di Pulau Weh), berangkat jam 15.30. Tiket (masih) bertarif Rp. 75.000 untuk VIP (plus makanan ringan dan segelas air mineral yang dibagikan saat perjalanan dimulai). Continue reading “Ke Ujung Barat lagi…” »

Posted from Sabang, Aceh, Indonesia.

Ngopi Ulee Kareng di Ulee Kareng

Warkop Jasa AyahApakah saya penggemar minum kopi? Jika jawabannya “ya”, maka pertanyaan berikutnya adalah: Apakah saya pernah/sedang berada di Banda Aceh? Jika jawabannya “ya” maka pertanyaan selanjutnya: Pernahkah saya merasakan kopi Ulee Kareng di Ulee Kareng? Jika jawabannya “tidak”, maka jawaban dua pertanyaan pertama “gugur”. Begitulah kisah, jika sebagai penggemar minum kopi dan sudah pernah atau sedang berada di Banda Aceh tapi belum pernah ngopi Ulee Kareng di Ulee Kareng maka sama dengan “bukan penggemar ngopi” dan keberadaan di Banda Aceh “sama sekali gak komplit”. Continue reading “Ngopi Ulee Kareng di Ulee Kareng” »

Pantai Iboih

Pantai IboihMembaca Kompas rubrik Sosok terbitan hari ini, tentang pak Dodent, jadi inget Pantai Iboih di Pulau Weh. Pantai yang terletak gak jauh dari Pantai Gapang, dan mempunyai keindahan plus, yaitu taman laut yang ruarrr biasa indahnya.

Pantai Iboih terletak pada posisi 5°52’33.42″ LU dan 95°15’22.55″ BT, berhadapan dengan Pulau Rubiah, pulau kecil tempat persinggahan jemaah haji nusantara sebelum dan setelah ke Mekah pada jaman dahulu, saat kendaraan utama ke tanah suci adalah kapal laut.

Kondisi sekitar pulau Rubiah dipenuhi oleh coral-reef yang beragam jenis, dan tentunya menjadi rumah bagi beragam ikan. Saat sebelum bencana tsunami pada 26 Desember 2004, keindahannya bisa dinikmati dengan kapal kecil yang mempunyai kaca dibagian bawah, sehingga kita bisa saksikan kehidupan laut dari atas kapal dengan nyaman. Tapi bagi penyinta selam atau senorkel, tentunya lebih asik lagi kalo langsung nyemplung kedalam air.

RubiahArus laut dan juga ombak di sisi “luar” pulau Rubiah agak besar, sedangkan di sisi “dalam” (yang menghadap lengsung ke pantai Iboih) sangat tenang. Cocok sekali untuk ber-senorkel-ria. Tapi asik juga bagi yang gak bisa berenang, dan menikmatinya dari atas perahu. Kejernihan air sangat menunjang dalam menikmati berlama-lama kehidupan bawah laut dari permukaan.

September 1997, saat tugas ke Sabang bareng rekan-rekan BPPT dalam rangka Jambore IPTEK di Pantai Gapang, sempat bermalam di rumah penginapan di lereng tebing pantai Iboih. Berbaur dengan turis mancanegara, dan menikmati kondisi alami yang ada. Lebatnya hutan disekitar pantai Iboih yang merupakan daerah tangkapan air, menyebabkan kayanya air tanah sehingga penetrasi air laut ke darat gak terlalu besar, terbukti sumur yang terletak di pantai airnya gak terasa payau, tapi terasa air tawar biasa.

Pantai IboihAwal Desember 2004, saat main ke Iboih dengan keluarga, sangat menyenangkan. Dengan naik kapal berkaca, anak-anak menikmati kehidupan laut dari kapal. Goyangan kapal akibat ombak gak terasa karena asiknya dengan pemandangan kehidupan yang ada dibawah sana… wow… Akibatnya jelas, tiap memasuki masa libur pasukan krucil selalu menuntut jalan ke Sabang lagiii… : )

Posted from Aceh, Indonesia.