Tag Archives: Google Maps

Memetakan Blog pada Peta Dunia di Peta Cerita

Peta Cerita - hartantosanjaya.name/petacerita
Peta Cerita, memetakan cerita pada peta dunia.

Peta Cerita ini dibuat untuk menyatukan artikel blog yang terkait dengan lokasi dalam satu rangkaian. Idenya adalah untuk memetakan cerita, foto, dan video pada suatu peta daring. Peta Cerita ini untuk memetakan cerita pada peta dunia.

Ide sederhana ini adalah pengembangan dari berbagai peta daring yang sudah pernah dibuat, antara lain Peta Kuliner pada situs BBM Defidi yang telah dimulai dua tahun lalu. Kali ini adalah untuk meletakkan pin bagi semua cerita atau tulisan yang telah dibuat di berbagai blog yang bertemakan perjalanan, dan tentunya semua terkait dengan lokasi.

Membangunnya cukup dengan memanfaatkan semua fasilitas yang telah ada pada Google Maps. Tidak ada pemrograman khusus lainnya yang dilakukan.

Untuk membuatnya lebih semarak maka dimasukkan juga pin untuk foto dan video.

Cerita yang berhasil di-pin-kan baru sedikit, tetapi (semoga) akan terus bertambah, atau kata Google: and counting

Bagi yang ada waktu silakan mampir, klik saja di Peta Cerita.
)

*/ terimakasih untuk bli I Made Andi yang sudah mengompori… : )

Berpikir Spasial dalam Perjalanan

Penggunaan GPS
GPS dan peta yang terhubungkan

Cerita perjalanan dengan berpikir spasial, ditemani peralatan penunjang sederhana.

#Perjalanan kali ini ke daerah Pelabuhan Ratu (atau nama lokalnya: Palabuhanratu), dalam misi kajian terkait model spasial penyakit padi. Persiapan #perjalanan ini adalah: rencana dan peralatan (yaiyalah…). Yang utama dipersiapkan adalah peta dijital (hasil pindai), dan titik-titik tujuan serta GPS.

Peta dijital dipindai, kemudian diberi referensi koordinat, agar dapat dibaca di perlun spasial yang akan digunakan dalam #perjalanan. Titik lokasi tujuan disiapkan, info dari lapangan yang berupa daftar titik lokasi pengamatan kemudian dispasialkan, dan diunggah ke GPS.

Ada 20 titik lokasi yg menyebar dari Cibadak hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Ini adalah titik-titik yang harus dikunjungi. Data titik lokasi yang telah diubah dalam format SHP kemudian diunggah ke GPS menggunakan perlun DNRGarmin (web: http://j.mp/lTumFF).

GPS yang dipakai cukup yang sederhana saja, kecil dan gampang dibawa serta bisa terhubung dengan laptop, saya bawa GPSMap 60CSX. Selain data lokasi dan pindaian peta, saya juga siapkan data SRTM sebagai gambaran undulasi daerah yg dikunjungi.

Hari keberangkatan tiba, tim terdiri dari: mbak Sali, mas Laju, dan mas Tata (plus pengemudi). Masing-masing dengan tugas khusus.

#SpatialThinking yang pernah di-kultwit-kan oleh bli @madeandi di @rsgisforum mulai diterapkan. (sila cek arsip kultwit di http://j.mp/mQhUZ7)

Ketika mendekati sasaran di seputar Cibadak, Sukabumi, laptop dihidupkan, data disiapkan, semua disajikan dalam perlun yang sama. Setelah data SRTM, peta pindaian, dan lokasi sasaran tersaji di monitor, saatnya menghubungkan perlun dengan GPS menggunakan kabel USB.

Dalam waktu singkat, penunjuk lokasi muncul pada layar monitor, tepat pada koordinatnya, dan terlihatlah lokasi terkini berdasarkan data dari GPS. GPS diletakkan di dashboard, dihubungkan dengan kabel data, dan lokasi ditampilkan dengan perlun pada peta.

Dengan demikian pergerakan tim (dengan kendaraan) dapat terpantau langsung pada peta di layar. Ini memudahkan pendekatan #perjalanan. Tim dengan mudah menentukan sasaran terbaik sesuai dengan sikon saat itu, dan mendatangi lokasi dengan “yakin” hehe…

Gambar bisa dilihat di http://lockerz.com/s/100411905

Mengamati perjalanan di peta secara langsung sangat menarik, kita bisa tahu saat ini berada dimana secara langsung. Tampilan di layar bisa diubah latar belakangnya, apakah peta pindaian atau data ketinggian (SRTM).

Untuk mendekat ke lokasi sasaran, dengan kecepatan kendaraan, tentunya berisiko akan terlewat, walau terpantau di peta. Karena itu tim tidak lupa mengaktifkan peringatan dini pada GPS. Pada GPS #Garmin ada pada modul “Proximity”. Pada modul ini kita bisa tentukan titik sasaran kemudian tentukan pada radius berapa GPS akan memberi peringatan. Dengan mengaktifkan peringatan ini maka saat mendekati lokasi, pada radius tertentu, GPS berbunyi mengingatkan.

Ohya, sebelum berangkat, tim juga sudah menempatkan titik-titik lokasi sasaran tadi pada peta di Google Maps. Penempatan pada GoogleMaps diperlukan untuk memudahkan diskusi dengan tim yg berbeda lokasi. Kajian kami di seputaran Sukabumi ini bekerjasama dengan Balai Besar Peramalan OPT yg berlokasi di Jatisari, Cikampek. Dalam membahas lokasi bersama, kami selalu menggunakan fasilitas berbagi di internet, salah satunya adalah Google Maps.

Data lokasi yang telah dalam bentuk SHP tadi dikonversi ke format KML dengan perlun SHP2KML Converter. Proses konversi dari SHP ke KML dapat dibaca pada blog dengan taut http://j.mp/kGlSdL.

Setelah dalam format KML, kemudian bisa diunggah ke Google maps, dan bisa kita sesuaikan informasinya dengan keperluan kita. Peta lokasi pada Google Maps dapat dilihat pada taut http://bit.ly/optskbm.

Kembali ke lapangan, saat mengunjungi lokasi tertentu maka selain ada catatan tertulis “diwajibkan” juga memfoto. Foto digunakan sebagai alat analisis visual kemudian, tentunya mengenai kondisi lokasi dan sekitarnya. Ada baiknya menggunakan kamera yang mempunyai GPS, jadi lokasi foto dapat terekam langsung di foto tersebut.

Pada banyak hape saat ini, yang harganya 1jt-an, sudah terdapat fitur GPS dan foto dan dpt menyimpan lokasi langsung. Berhubung tim kami hapenya jadul semua, maka perekaman dilakukan manual. Kondisi lokasi direkam dengan kamerqa dijital.

Sedangkan lokasi ditandai dengan perekaman pada GPS. kemudian dibuat catatan penghubung antara foto dan GPS. Hal ini sangat diperlukan pada saat survey karena perekaman jika hanya tertulis tentunya kurang memadai.

Penautan lokasi dan foto dijital kemudian dilakukan secara manual. Saya memanfaatkan perlun #Picasa (free dari Google).

Kerjaan ini dilakukan saat di Hotel dan ada koneksi internet. Ohya, saya gunakan juga perlun Google Earth (GE) dalam proses. Foto dari kamera diunduh ke laptop, siapkan perlun Picasa dan GE. Picasa dapat terkoneksi dengan GE secara otomatis.

Ohya, sebelumnya, saya unduh dulu data dari GPS (karena ada data baru selain titik yang sudah dimasukkan) dengan DNRGarmin. Data GPS yang baru diunduh, konversikan ke KML, lalu tarik ke GE. Maka kita akan mendapatkan titik-titik acuan di GE.

Foto-foto yang telah diunduh ke laptop dibuka pakai Picasa, kemudian jangan lupa urutkan berdasarkan waktu perekaman. Ohya, pastikan koneksi internet bagus ya, hehe. Kami saat itu menginap di Hotel Augusta (pantai Citepus), ada hotspot.

Pada Picasa, pilih foto yg akan dilekatkan posisinya (geotagging). Beberapa foto sekaligus dapat dipilih. Kemudian klik icon GE yg ada pada bagian bawah, maka perlun segera aktif ke GE. Pada GE ada pengarah posisi. Arahkan tanda positif ke lokasi yang sesuai pada peta satelit di GE. Zoom seperlunya. Kemudian klik “Geotag All”.

Foto-foto yang telah di-geotag akan menyimpan informasi lokasi, dan dapat kita manfaatkan selanjutnya. Untuk menempatkan foto-foto tadi pada peta daring saya mengunggahnya ke album di Picasaweb (yang punya akun GMail punya album ini). Karena foto sudah ter-geotag, maka foto yang terunggah ke Picasaweb otomatis akan ditempatkan pada peta (mmm setting otomatis ada setelah kita login ke Picasaweb).

Contoh foto-foto perjalanan ter-geotag dan yang saya unggah ke Picasaweb ada di http://j.mp/ltAbdK.

Dengan menempatkan foto pada lokasi perekamannya di peta maka memudahkan kita menganalisis banyak hal. Kita tau kondisi lokasi pengamatan tersebut saat mana kita mendatanginya, sangat mungkin beda dengan citra di Google. Dan dengan membuat semuanya daring dalam konteks spasial, memudahkan kita (terutama tim saya) dalam berdiskusi.

GPS memudahkan dalam perjalanan dan penentuan arah sasaran, hasil perekaman di-geotag-kan juga. Maka perjalanan survey akan terekam dengan cepat dan memudahkan tim dalam berdiskusi tanpa batasan ruang…

Sekian dulu cerita tentang #perjalanan, sederhana dan akan menyenangkan dengan #spatialThinking…

*/ di-blog-kan dari tweet pada 21 Mei 2011

Posted from West Java, Indonesia.

Peta Kuliner Nusantara

Peta Kuliner
Peta Kuliner Nusantara

Membuka album foto hasil jepret sana-sini selama dalam perjalanan dibelakang, mengingatkan banyak hal. Perjalanan panjang ke berbagai tempat kembali teringat. Dan satu hal yang selalu dilakukan saat ngeluyur tersebut adalah menikmati sajian nusantara. Bahasa kerennya saat ini adalah “wisata kuliner”.

Lokasi “bahan bakar” yang sangat berharga ini, berharga dari sisi keperluan perut saat di lapangan, dan juga dari sisi berbagi pada rekan yang akan menuju lokasi yang sama, tentunya asik juga kalau diletakkan dalam satu lembar peta dijital. Berbekal beberapa foto yang telah ditemukan, dan juga berusaha keras mengingat banyak hal tentang lokasi-lokasi “kenikmatan” tadi maka diberanikan untuk meletakkan foto-foto tersebut di lokasi “sebenarnya”, dengan memanfaatkan Google Maps dan Album dijital Picasa.

Pada kenyataannya, tidak semua lokasi kuliner ini mengingatkan persis posisinya pada peta, karena yang lebih teringat adalah kelezatannya… hehe…

Dan juga, ternyata ada juga yang lokasinya sudah tidak ada lagi karena digusur oleh yang punya traktor berwenang…

Akhirnya modus “Phone-A-Friend” terpaksa dilakukan untuk beberapa kasus… Tentunya friend yang dikontak adalah yang berada di lokasi atau yang pernah mengantar atau pergi bersama menikmati kuliner tersebut.

Baru beberapa lokasi yang diingat dan berhasil dikumpulkan foto-fotonya, and counting

Untuk waktu saat ini dan kedepan peta ini akan diisi gabungan pengalaman saya dan istri (dan saat bersama keluarga) dalam menikmati sajian nusantara.

Sila mampir ke Peta Kuliner Nusantara

Salam kuliner… : )