Tag Archives: Maluku

Ada Sapi di Runaway Bandara

Landasan Bandara Olilit Saumlaki (2005).
Landasan Bandara Olilit Saumlaki (2005).

Ada sapi di landasan pacu (runaway) bandara? Bagaimana bisa? Bukankah itu daerah steril yang harus bebas dari semua aktivitas, terutama pelintasan, saat pesawat udara akan take-off atau landing?

Demikianlah seharusnya, kawasan bandara tentunya punya peraturan sangat ketat terutama terkait aktivitas pesawat terbang, karena ini menyangkut nyawa manusia yang tak ternilai harganya. Tetapi bagaimana mungkin ada binatang bisa masuk area terlarang tersebut?

Dari beberapa pengalaman memerhatikan lingkungan di sekitar bandara, secara tak khusus, saya melihat banyak sekali kemungkinan lolosnya pengawasan terhadap hewan saat mana seharusnya landasan pacu steril. Hewan ini bisa saja hewan ternak yang terlepas atau memang biasa dilepas oleh pemiliknya, sesuai dengan kebiasaan setempat. Dan lebih sering adalah hewan liar seperti babi atau kawanan babi yang memang hidup di sekitar bandara. Apalagi jika bandara belum dilengkapi dengan pagar yang cukup handal untuk menghalau hewan.

Jika bicara hewan liar, kejadian membahayakan terkait adanya hewan di landasan pacu tidak hanya terjadi di tanah air, tetapi juga di banyak bandara internasional. Bandara Charles de Gaulle di Perancis, contohnya, pun direpotkan oleh kawanan kelinci yang berkembang biak sangat cepat di dalam kawasan bandara, dan dapat mengakibatkan kecelakaan juga.  Bahkan, Charles de Gaulle harus memulai “Operasi Kelinci” untuk memerangi masalah tersebut. Alasannya adalah kelinci yang hidup di daerah berumput di dekat landasan pacu meninggalkan kotoran. Kotoran yang mengundang kedatangan tikus. Burung yang menukik ke bawah untuk memburu tikus. Dan pesawat lepas landas atau mendarat berada dalam bahaya karena burung dapat terhisap ke dalam mesin.

Saat berada di Bandara Olilit, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat pada tahun 2005, saya sempat bermain di bandara dalam rangka mendukung operasi Tanimbar, yaitu perekaman citra terumbu karang dengan menggunakan sensor hyperspectral. Saat itu bandara lumayan sepi, karena penerbangan komersial hanya dua kali seminggu, yaitu hari Minggu dan Rabu saja.

Meskipun demikian, saat pesawat akan landing ataupun take-off, petugas bandara harus memastikan (secara manual, langsung ke landasan pacu) terkait dengan kemungkinan terjadi pelintasan hewan ternak ataupun liar yang (sedang) berada di sekitar bandara. Saya sempat mengikuti petugas dimana ia harus mengawasi dari ujung ke ujung landasan, dan bersiap dengan senjata untuk ditembakkan pada hewan yang akan melintas landasan saat mana pesawat segera akan take-off/landing.

Cukup mendebarkan, karena kemungkinan terjadinya pelintasan hewan tersebut bisa kapan saja dan secara tiba-tiba. Yang paling mengerikan adalah babi dimana dengan tubuh yang relatif kecil (dibandingkan sapi), gerakannya lebih cepat dalam memasuki kawasan landasan pacu. Petugas selalu siap dengan senjata, dan ini mirip di-film… ciyusss…

Mungkin saat ini kondisi di Bandara Olilit sudah semakin baik dari segi pencegahan pelintasan hewan ini (tentunya).

Lokasi Bandara Olilit pada Google Maps adalah sebagai berikut:

P: Bandara Olilit di Saumlaki.

 

_

Posted from Maluku, Indonesia.

Made in China

Campillos @ Spain
Campillos @ Spain

Juni 2003, saatnya musim panas di Eropa Selatan. Saya sedang berada di Desa Campillos, Spanyol bagian Selatan, yang mempunyai suhu harian berkisar 35 – 40 Celcius.

Banyak yang “antik” disini. Antara lain tiap siang hari semua kegiatan di daerah terpencil ini berhenti sekitar pukul 13. Inilah saatnya siesta yaitu saatnya semua kegiatan berhenti untuk istirahat siang. Semua toko segera menutup pintu dan… berbaringlah. Siesta memang berarti baringan, berbaring untuk istirahat. Desa segera senyap, semua aktivitas hilang dari pandangan. Semua orang menyelinap di rumah masing-masing.

Siesta berakhir pada pukul 16. Perlahan semua kegiatan terlihat kembali semarak. Jalan-jalan mulai terisi dengan berbagai kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil kecil (sekelas jip dan sedan), sesekali traktor pun melintas di tengah kota. Maklumlah desa pertanian, banyak traktor disini. Toko-toko pun segera membuka pintu, jendela dan korden mereka. Toko di Campillos mirip dengan toko di pedalaman tanah air tercinta. Kemiripan antara lain: lokasi yang tersebar di seluruh kota, toko sekaligus menjadi hunian pemiliknya, dan isinya sangat beragam kecuali untuk beberapa toko khusus yang menjual buku, sepatu atau pakaian, yang tidak tercampur dengan barang lain.

Continue reading “Made in China” »

Posted from Campillos, Andalusia, Spain.

[OT] Operasi segera dimulai (bag.6)

Bandara OlilitLebih dari 3 bulan berselang, cerita jalan-jalan di Tanimbar (Operation Tanimbar) akhirnya baru bisa ditulis dan diketik lagi. Dengan membolak-balik catetan perjalanan plus melihat foto-foto dan film rekaman, akhirnya muncul lagi titik cerita yang harus diteruskan.

Saumlaki, Minggu 28 Agustus 2005, siang menjelang sore yang terik.

Suasana udara siang yang panas menyengat menambah suasana tim agak gerah dan semakin berdebar saat mengetahui berita dari bandara Olilit bahwa pesawat CESNA 402B masih “tertahan di udara” Kupang. Menurut perhitungan pilot yang disampaikan ke pengontrol di bandara mereka akan sampai (ETA) di Saumlaki pada 18.30. Kuatnya angin arah Barat akan menghambat penerbangan pesawat ringan tersebut saat mengarungi angkasa dari Kupang ke Saumlaki. Kepanikan agak terasa mengingat pada 18.30 matahari segera terbenam dan bandara tidak mempunyai lampu pada landasan sebagai panduan visual saat mendarat. Continue reading “[OT] Operasi segera dimulai (bag.6)” »

Posted from Maluku, Indonesia.

[OT] Kota yang hidup (bag.5)

SaumlakiTahun 1999, kota Saumlaki memulai babak baru sebagai ibukota Kabupaten, ini sesuai dengan berdirinya Kabupaten Maluku Tenggara Barat (weleh, Tenggara Barat nyebutnya dalam bahasa Inggris apa ya?) berdasar UU no.46 th 1999. Kota ini menjadi pusat pemerintahan wilayah kabupaten yang cukup luas (sekitar 125.442 km2). Dimana daratannya hanya 10% dari luas wilayah…

Kali ini mau nulis dikit tentang kehidupan yang terlihat di Saumlaki, kota yang menjadi bacecamp dari OT ini, sebelum kesaat-saat yang mendebarkan dalam OT hari-hari berikutnya. Penggambaran yang terlihat langsung hanya beberapa hari, jadi sangat mungkin belum bisa melukiskan kondisi sebenarnya dari tempat yang cukup asik ini…
Continue reading “[OT] Kota yang hidup (bag.5)” »

Posted from Maluku, Indonesia.

[OT] Denpasar – Saumlaki dalam gerak dan lagu (bag.4)

OT Part-1Perjalanan dalam Operation Tanimbar tahap pertama telah usai. Denpasar – Saumlaki telah dilewati.

Banyak peristiwa yang terekam dalam beberapa kamera dijital personal. Gambar-gambar dijital ini kemudian dirangkum dalam sebuah rangkaian cerita, dalam format film, dengan dibubuhi narasi santai, dan tak lupa diberikan latar belakang berbagai aliran musik.

Untuk menyaksikannya browser web harus mempunyai plugin pendukung flash. Continue reading “[OT] Denpasar – Saumlaki dalam gerak dan lagu (bag.4)” »

Posted from Maluku, Indonesia.

[OT] Destination Saumlaki (bag.3)

Menunggu di Bandara PatimuraPersiapan di Denpasar sudah harus selesai. Jadwal sudah mengharuskan tim segera berangkat ke Saumlaki. Tim Udara harus segera berangkat, Sabtu, 27 Agustus 2005. Semua kekurangan harus diselesaikan sebelum operasi udara dimulai, dan ini bisa terjadi pada detik-detik sebelum penerbangan dimulai, saat D-1.

Perjalanan diawali dari Denpasar menuju Ambon. Penerbangan sipil yang dilakukan melewati Makassar (landing 10.10 WITA), transit sejenak, baru kemudian dilanjutkan ke Ambon. Tim Udara ini terdiri dari pak John, mas Marius, mas Adriyanto, mas Agus, pak Joost, dan saya. Sementara mas Kapten Yahno dan pak Wimpi baru hari Minggu (28 Agustus) berangkat dengan CESSNA, dari Denpasar langsung ke Saumlaki.

Continue reading “[OT] Destination Saumlaki (bag.3)” »

Posted from Teluk Ambon, Maluku, Indonesia.