Tag Archives: Maluku

Kisah Senja

Splash @ Krandangan
Splash @ Krandangan

Senja adalah saatnya matahari masuk peraduan, menuntaskan tugasnya dan beristirahat hingga esok hari. Senja adalah saatnya pergantian suasana, dari teriknya siang menuju temaram dan diakhiri dengan kegelapan.

Banyak cerita seputar senja. Banyak senja dilalui di berbagai belahan nusantara, beberapa di pelosok dunia. Ada yang ternikmati, banyak juga yang terlewatkan begitu saja.

Beberapa yang sempat terekam dalam gambar dijital, dan juga dalam ingatan dicoba untuk diceritakan.

Sunset Losari
Sunset Losari

Pantai Losari, pantai terkenal di Makassar. Saat transit dalam perjalanan dari Sulawesi Barat menuju kembali ke Jakarta disempet-sempetin nongkrong di sini. Pantai yang gak nyaman karena ramainya penikmat sore berbaur dengan banyaknya pedagang, berisik bin bising.

Tapi senja saat itu cerah, suasana cuaca bersahabat. Dengan cuek dan ‘tutup kuping’, sambil duduk di bantaran pantai tak berpasir, akhirnya perjalanan matahari mengakhiri harinya bisa juga ternikmati.

Sunset Uluwatu
Sunset Uluwatu

Agustus 2005, saat dalam perjalanan mengawali misi survey udara di Indonesia Tenggara, menyempatkan berkunjung ke Uluwatu. Kawasan Uluwatu yang berupa tebing terjal si tepi pantai adalah salah satu tempat yang indah, banyak didatangi turis, dan salah satu tempat mengasyikkan untuk menikmati senja.

Kawasan pura ini juga dihuni banyak monyet yang menjadi atraksi alami tersendiri, selain atraksi kesenian yang juga sering diadakan disini. Senja kali ini agak berawan, dalam kondisi hati yang kurang tenteram, karena masih diawal misi survey yang panjang.

Sunset Saumlaki
Sunset Saumlaki

Senja berikutnya adalah di Saumlaki, suatu kota di bagian selatan Pulau Yamdena, Maluku bagian tenggara. Senja di Saumlaki adalah senja yang yang indah, walaupun suasana hati pun tidak begitu nyaman.

Saat itu adalah saat survey udara dan misi belumlah sukses. Tapi keindahan senja di teluk Saumlaki ini cukup menentramkan hati. Setidaknya memberi kesegaran semangat dalam menyelesaikan misi di sini. Perjalanan misi sendiri (sedang) ditulis dalam rangkaian tulisan Operation Tanimbar.

Sunset Krandangan
Sunset Krandangan

Senja di Krandangan, ini adalah senja keindahan. Krandangan adalah nama pantai di utara pantai Senggigi, Lombok barat, yang sudah kondang itu. Di pantai ini belum ada pasir yang terkapling oleh hotel-hotel mewah sebagaimana yang terjadi di Senggigi.

Saat di Krandangan adalah saat hati tenang karena semua tugas telah selesai. Sekian hari bertualang di Lombok sisi timur, dari pantai utara, sampai ke kaki Gunung Rinjani, dan terus ke pantai selatan yang kering kerontang. Keletihan fisik terhapus dengan suasana senja yang indah, saat sang penguasa siang menghilang, dan Gunung Agung yang menjulang di Pulau Dewata pun terlihat sebagai silhouette sebagai latar.

Senja Pasangkayu
Senja Pasangkayu

Senja kali ini juga di pantai, terletak di provinsi muda Sulawesi Barat. Senja disini diselimuti awan tebal. Hal yang sangat mengganggu aktifitas anak-anak pantai dalam menikmati sorenya. Tetapi tentunya sama sekali tidak mengurangi keceriaan dan kegembiraan mereka. Mendayung sampan pun menjadi nikmat terlihat.

Ini adalah kenangan senja di pantai kota Pasangkayu. Pantai yang tidak terlalu indah tetapi bermakna dalam karena keceriaan yang terpancar dari anak-anak pantai mengandung makna kehidupan yang indah.

Tepat setahun lalu, seorang sohib mengirimkan pesan: “selamat mas, tapi umur berkurang satu lho”. Pesan yang sederhana tetapi mengena dan terasa maknanya. Kita tidak pernah tahu kapan akhir dari tugas di muka bumi ini. Tanda-tanda alam tidak dapat terukur hanya dengan hasil fluktuasi angka SGPT dan SGOT yang terpantau di laboratorium.

Masih banyak senja yang akan terlewati, masih banyak kenangan yang harus direkam rapi. Senja bukan berarti akhir dari segalanya, karena senja hanyalah saat dimana kita bisa menikmati pergantian suasana.

Tidak mau kalah dengan Chairil Anwar, Aku mau hidup 1001 tahun lagi, bersama pasukan tercinta: Desi, Alta dan Qila.

Jika 4JJ1 mengijinkan…

Posted from West Sulawesi, Indonesia.

[OT] Ber 2-1-7 an (bag.2)

Tim Laut“Ber 2-1-7 an”, tulisan yang sering terlihat di bak truk, stiker pada Angkot, atau coretan di dinding di banyak tempat. “Kalimat” itu dibaca: berdua satu tujuan, ungkapan untuk menyatakan bahwa ada dua individu yang bersatu dalam satu tujuan.

Rasanya ungkapan itu sangat cocok dengan kondisi kami. Dalam misi kali ini kami mempunyai dua tim, yaitu Tim Laut dan Tim Udara. Dua tim yang bergerak bersama demi satu tujuan, yaitu mengakuisisi data di lokasi sasaran dengan sebaik mungkin.

Obsesi yang muncul adalah: misi tidak boleh meleset dari jadwal yang sudah dibuat. Kondisi alam harus bisa diatasi dengan sebijak mungkin dan harus bisa… (mmm… seperti film Mission Impossible kaleee…) Continue reading “[OT] Ber 2-1-7 an (bag.2)” »

Posted from Kuta, Bali, Indonesia.

[OT] Denpasar Basecamp Pertama (bag.1)

Basecamp-1[OT] adalah flag dari cerita tentang perjalanan ke wilayah Indonesia Tenggara. OT merupakan kode untuk Operation Tanimbar, sekedar kode untuk memudahkan melihat bagian-bagian terpisah dari cerita perjalanan ini, dan bukan merupakan nama sebenarnya dari misi ini.

Indonesia Tenggara adalah wilayah Indonesia di sisi Tenggara, sisi dimana sebagian besar wilayahnya adalah lautan: Laut Timor, Laut Arafura dan Laut Aru. Kepulauan Tanimbar adalah batas tanah terakhir wilayah negara tercinta. Pulau terbesar di kepulauan ini adalah Pulau Yamdena. Pulau ini dikelilingi banyak pulau kecil, antara lain: Larat, Nukaha, Fordata di sisi timur.

Perjalanan kali ini bertujuan untuk: mengakuisisi data hiperspektral di wilayah Tanimbar, dengan menggunakan wahana pesawat terbang. Dan cerita bermula dari sini. Continue reading “[OT] Denpasar Basecamp Pertama (bag.1)” »

Posted from Kuta, Bali, Indonesia.

Ukiran pasir di Pantai Tumbur

Ukiran-1Pantai Tumbur, dengan posisi pada 131°21’41.4″ BT – 7°52’27.4″ LS, merupakan salah satu sudut keindahan Pulau Yamdena. Bukan hanya pantai berpasir yang luas, ombak yang besar dan posisi yang berhadapan langsung dengan daratan Australia, tapi juga mempunyai penghuni pantai yang piawai dalam mengukir pantai.

Penghuni berjenis kepiting kecil ini membuat bulir-bulir pasir dan menyusunnya dengan indah di sekitar lubang rumahnya. Berbagai bentuk yang artistik banyak dijumpai di sepanjang bentang pantai berpasir tebal ini.

Ukiran-2Ukiran-3Ukiran-4Ukiran-5

Jika diperhatikan saat mereka mengerjakannya, terlihat sekali kemampuannya dalam membuat atau membentuk bola dari pasir yang berada di dalam liang rumah, kemudian mendorong dengan cepat ke berbagai posisi. Disadari atau tidak, tata letak yang dihasilkan sangat indah dipandang mata… : )

Pulau “Kirin” di Weluan

Pulau Kirin di Weluan

Awal September 2005, saat berjalan ke Indonesia bagian Tenggara, dan menginap beberapa hari di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, gw berkesempatan main ke pantai Weluan. Pantai yang cukup enak karena masih relatif bersih dari sampah pengunjung, dan juga sempet berkunjung ke 2 pulau dekat pantai tersebut.

Kedua pulau ini sangat unik dan dihuni banyak burung besar yang transit dalam perjalanan lintasbenua tahunan mereka. Salah satu pulau mengingatkan pada salah satu buku favorit, karya Enid Blyton, The Famous Five (atau beredar disini dengan judul seri Lima Sekawan). Lima Sekawan terdiri dari Julian, Dick, dan Anne, yang selalu senang berlibur ke rumah Paman Quentin dan Bibi Fanny, dan berpetualang seru dengan sepupu si tomboy Georgina yang lebih suka dipanggil George. Juga dengan si anjing nan cerdik, Timmy…! Continue reading “Pulau “Kirin” di Weluan” »