Tag Archives: Yogyakarta

Rekomendasi untuk Pengemudi Taksi/Sewa Mobil

Sumber gambar: clipartlord.com.
Sumber gambar: clipartlord.com.

 

Di banyak wilayah di Indonesia saya sering menggunakan jasa taksi atau sewa mobil untuk keperluan mondar-mandir menyelesaikan tugas. Banyak pengemudi yang kemudian menjadi langganan saya karena layanannya sesuai dengan yang saya harapkan.

Beberapa diantaranya, saya telah mendapat ijin mempublikasikan dari yang bersangkutan, adalah sebagai berikut:

  • Balikpapan, Samarinda dsk.; jenis sewa mobil keluarga (Inova); Pak Munawar, Hp.: 0813 5009 1977.
  • Bali dsk.; jenis beragam kendaraan untuk tour; hub MelaliBali, WhatsApp: 0812 3648 2345.
  • Banda Aceh dsk.; jenis taksi sedan; Bang Sofyan, Hp.: 0812 697 7009.
  • Bogor dsk; jenis sewa mobil keluarga (Inova, Avanza, dll); Pak Bewok, Hp.: 0812 8359 6663.
  • Denpasar dsk. (termasuk tour di pulau Bali); jenis sewa mobil keluarga (Inova, Avanza, dll); Mas Budi Harry, Hp.: 0815 574 4683.
  • Jakarta dsk.; jenis sewa mobil keluarga; Pak Ridarta, Hp.: 0817 874 504.
  • Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi; jenis taksi meter/argo; Pak Aspar, Hp.: 0856 898 5418.
  • Palembang, Pagaralam, dsk.; jenis Inova atau sekelasnya; Pak Lasini, Hp.: 0812 7347 3999.
  • Samarinda, Bontang, Sangata dsk.; jenis Inova atau sekelasnya; Pak Hendra, Hp.: 0812 5147 2100.
  • Yogyakarta dsk.; jenis taksi meter/argo; Pak Purwadi, Hp.: 0813 9203 5237.

Semoga anda juga bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan jasa mereka.

*/ : )

Ketika Presiden SBY Melambaikan Tangan

Lambaian Presiden SBY pada laskar merah-putih
Lambaian Presiden SBY pada laskar merah-putih.

Menghargai pemimpin adalah suatu kewajiban. Sikap penghargaan pada pimpinan adalah salah satu nilai yang harus selalu ada pada diri orang yang mau dipimpin. Masih adakah nilai tersebut pada diri anda..?

Satu siang yang terik saya melihat adegan menarik. Saat itu saya baru selesai makan soto Kudus daging sapi di warung Soto Kudus Panjunan di seberang JEC (Jogja Expo Center). Tampak “laskar merah putih” alias anak-anak Sekolah Dasar bergerombol di tepi jalan, dengan pakaian lengkap (bertopi) sambil memegang bendera merah putih yang terbuat dari “kertas minyak”.

Tak susah menebak apa yang dilakukan mereka. Anak-anak SD ini (juga terlihat ada yang dari SMP) sedang menunggu lewatnya bapak Presiden SBY. Hari itu, Selasa 23 Oktober 2012, Pak SBY membuka perhelatan internasional di JEC, The 5th Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR). Acara yang dihadiri oleh Pak SBY sejak jam 9.30, akan ditinggalkan beliau sekitar jam 12.30an.

Beberapa kali anak-anak ini diminta oleh Pak Polisi yang mengatur lalulintas untuk istirahat dulu di warung, tetapi tampaknya mereka tidak sabar. Menanti sebentar di keteduhan warung dan kemudian keluar beramai ke tepi jalan. Demikian berulang kali.

Sampai akhirnya yang dinanti pun akan segera keluar gedung JEC, tentunya akan melintasi jalan dimana anak-anak SD ini berada. Mereka, sang laskar merah putih, segera berbaris di tepi jalan dengan tertib dan santai. Tidak ada komando apapun dari pengawas (guru) mereka yang ikut serta.

Pengawal rombongan presiden keluar, dan anak-anak ini sudah mulai mengibar-ngibarkan bendera kertasnya. Tak berapa jauh mobil sedan hitam berpelat INDONESIA 1 pun bergerak mendekat. Tak dinyana jendela segera terbuka dan melambailah tangan orang nomor satu Indonesia itu ke arah para laskar merah-putih ini. Tak terlalu panjang “barisan” anak-anak di pinggir jalan ini, mungkin hanya sekitar 30 meter, dan sepanjang itulah jendela mobil INDONESIA 1 terbuka dengan lambaian hangat yang ditunggu-tunggu oleh para generasi cilik ini.

Ahai, terlihat wajah-wajah yang sangat berbahagia di laskar ini..!

Walaupun di belakang sedan INDONESIA 1 kemudian melintas sedan hitam berpelat “AB 1” dan tidak sempat membuka kaca mobilnya, hal ini tidak mengurangi sama sekali wajah sumringah para pengibar bendera kertas ini.

Saya menyaksikan dengan terharu. Masih ada warga muda Indonesia yang belajar menghargai (dan mencintai) pemimpinnya. Saya yang (mungkin) sudah teracuni oleh hiruk pikuk politik (murahan) yang diumbar oleh media massa Indonesia merasa malu dengan kepolosan anak-anak ini.

Dari topi merahnya, terlihat mereka berasal dari SD Karangbendo.

“Jika anak melihat Presiden secara langsung, mereka akan punya dorongan. Itu akan memacu mereka.” kata Pak Sunadi, Kepala Sekolah SD Karangbendo bertutur pada Tribun Jogja yang saya baca sehari setelah kejadian.

“Ini pembelajaran nasionalisme kepada anak-anak.” kata Nurul, salah seorang guru yang mendampingi para laskar merah-putih ini.

Yes, pembelajaran nasionalisme, satu ungkapan yang sangat tepat.

Ini adalah hal yang telah hilang terlindas demi semangat “reformasi” dan “politik wacana” yang lebih tertelan mentah-mentah oleh publik melalui para elite yang “tak berhati elite“.

*/ : )

Posted from Banguntapan, Special Region of Yogyakarta, Indonesia.